Monday, 20 May 2013

“Robot Silver” Ala Kota Bandung

“Cleng”. Itulah bunyi uang receh masuk kedalam kardus yang dibawa oleh robot silver. Detik, menit, bahkan jam pengemudi Kota Bandung memasukan uang ke kotak sumbangan yang berlebel “Peduli Yatim Piatu”.

Matahari memancarkan sinarnya begitu terik, sinarnya begitu menyengat tubuh dan mata. Sabtu (9/3) siang itu, terlihat jalanan cukup ramai. Jalanan semakin padat ketika lampu merah menyala. Kendaraan yang lalu - lalang dari arah Jalan Turangga menuju Jalan Gatot Subroto lalu berhenti. Dari kejauhan terlihat sesosok tubuh berwarna silver berdiri di perempatan lampu merah. Sosok tubuh itu rupanya berjalan menghampiri setiap kendaraan yang berhenti.

Ya, sosok tubuh itu tak lain dari manusia yang mewarnai tubuhnya dengan cat bewarna silver. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dicat, hanya mata saja yang tersisa berwarna hitam. Tak ketinggalan baju, topi atau aksesoris yang dipakai robot silver itu pun dicat dengan warna silver. Tubuhnya yang kurus bertelanjang dada, ada juga yang memakai celana pendek, memakai alas kaki dan hebatnya lagi ada yang tidak memakai alas kaki. Mereka kuat menahan terik matahari dan aspal jalanan. Hingga manusia bak robot yang berjalan itu membuat perhatian sebagian orang yang belum pernah melihatnya.

Uniknya, manusia silver itu tidak sendiri, melainkan banyak. Ada tiga sampai empat sosok yang berdiri. Mereka terlihat membawa sebuah kotak yang tak lain itu adalah seperti kardus bekas yang bertuliskan “Peduli Yatim Piatu ?”. Tak ketinggalan kotaknya pun dicat dengan warna silver seperti tubuhnya.

Lampu merah pun menyala, saatnya mereka beraksi menuju kendaraan yang sedang berhenti seketika. Dengan gaya kedua tangan di depan yang menyerupai robot sedang berjalan, mereka meminta sumbangan. Kemudian robot silver itu menghampiri menyodorkan kardus, dan pengendara memasukan uang tanpa ragu-ragu. Dari receh hingga uang kertas, masuk kedalam kardus tersebut. Tak sungkan para robot silver itu pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada pengendara.

Tanpa mengenal lelah dan panas para robot silver itu tetap menjalankan tugasnya. Semangatnya yang begitu besar, itu terbukti ketika mereka terus menghampiri kesetiap pengendara yang berhenti. Ketika salah satu robot silver itu merasa lelah, ia akan meneduh untuk beristirahat sejenak untuk meminum air untuk menghilangkan dahaga. Selang beberapa menit, kemudian ia kembali untuk bertugas mencari sumbangan. Itu dilakukan secara bergantian dengan robot silver yang lainnya.

Robot silver ala kota bandung ini ternyata bukan hanya sekedar mata pencaharian, melainkan mereka adalah sebuah komunitas. Dimana komunitas ini dinamakan “Komunitas Silver Peduli”.
Komunitas ini sudah lama adanya. Para  Robot Silver itu melakukan aksinya setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Hanya saja jumat adalah hari libur untuk mereka yang menjadi manusia silver.

Aksi para robot silver itu bukan hanya terdapat di kawasan perempatan Buah Batu, melainkan di Gatot Subroto, Cihampelas, Dago dll dimana sudah tersebar di kota Bandung. Kawasan perempatan Buah Batu inilah adalah pusat pembagian dari manusia silver itu sendiri. Pembagian wilayah dan jumlah manusia silver dilakukan setiap tanggal 25 setiap bulannya.

Saat diketemui dilapangansalah seorang dari manusia silver itu bernama Iwan, yang sedang beraksi di kawasan Gatot Subroto bersama rekan-rekan manusia silver lainnya dengan penuh semangat dibawah terik sinar matahari yang mulai menghinggapi tubuh silver mereka.

Semua yang mereka perbuat adalah semata-mata untuk membantu saudara-saudara anak yatim piatu, dan dari semua itu apa yang mereka dapatkan maka akan dikumpulkan untuk dibagikan kepada saudara-saudara yatim piatu yang membutuhkan. Menurut penuturan Iwan bahwa setiap tanggal 25 semua anggota manusia silver yang anggotanya berjumlah kurang lebih 60 orang  berkumpul di perempatan jalan buahbatu dengan para kordinatornya, tak ayal ketuanya pun akan ikut hadir dalam pertemuan bulanan tersebut.

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a comment